Beranda | Artikel
Pamer Harta
Senin, 7 November 2022

Bersama Pemateri :
Ustadz Abdullah Zaen

Pamer Harta merupakan bagian dari kajian Islam yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 12 Rabi’ul Akhir 1444 H / 07 November 2022 M.

Kajian Tentang Pamer Harta

Kenapa orang suka pamer? Karena manusia mempunya sifat dasar suka pujian. Bahkan walaupun pujian itu palsu.

Contohnya seorang nenek yang dipuji temannya bahwa semakin tua ia semakin cantik. Ia akan senang dan tersipu-sipu, sekalipun hati kecilnya menyadari bahwa itu adalah pujian palsu.

Nah, untuk mendapatkan pujian-pujian itu, banyak cara dilakukan oleh manusia. Salah satu cara pintas yang dilakukan agar dipuji adalah pamer. Yakni memamerkan kelebihan yang dimilikinya. Seperti pamer paras, harta, ilmu, nasab, gelar, jabatan dan lain-lain. Kali ini yang akan dibahas adalah pamer harta (rumah, kendaraan, perhiasan, makanan, pakaian, dll).

Antara Nabi Sulaiman dan Qarun

Sejak dahulu kala orang kaya sudah ada di muka bumi ini. Contohnya: Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam dengan bala tentara dan istananya yang legendaris. Juga Qarun sang triliuner yang hidupnya berakhir tragis.

Kedua orang ini sama-sama super kaya. Yang membedakan antara keduanya adalah: Nabi Sulaiman namanya harum di dunia dan kelak di akhirat akan masuk surga. Sedangkan Qarun, di dunia, ia dan seluruh hartanya dibenamkan oleh Allah ke perut bumi dan kelak bakal dijebloskan ke neraka.

Bukti nama Nabi Sulaiman harum dan nama Qarun jelek adalah tidak ada anak yang dimakan Qarun. Namanya tercemar dengan prilakunya. Berbeda dengan nama Sulaiman yang banyak dipakai, hal ini karena namanya harum.

Apa yang membuat Qarun bernasib tragis, dan apa yang membuat Nabi Sulaiman namanya begitu harum?

Pertama: Siapa Sang Pemberi Karunia?

Nabi Sulaiman dan Qarun berbeda dalam menyikapi siapa yang memberi karunia tersebut. Nabi Sulaiman dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa semua karunia yang dimilikinya itu dari Allah Ta’ala semata. Kata beliau, “Ini adalah karunia dari Rabbku.” (QS. An-Naml[27]: 40)

Adapun Qarun, maka ia mengklaim bahwa kekayaannya itu semata-mata bersumber dari kecerdasannya dalam mengelola harta. Dia berkata, “Sesungguhnya harta ini kuperoleh semata-mata karena kepandaianku dalam berusaha.” (QS. Al-Qasas[28]: 78)

Kedua: Bersyukur atau Kufur?

Nabi Sulaiman senantiasa bersyukur kepada Allah atas karunia tersebut [QS. An-Naml (27): 19]. Sedangkan Qarun sebaliknya, ia kufur kepada Allah dan senantiasa memamerkan serta menyombongkan kekayaannya kepada khalayak. Sebagaimana yang diceritakan Allah dalam firman-Nya,

فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ

“Ia keluar (dari rumahnya) mendatangi kaumnya dengan kemegahan (yang dipamerkannya).” (QS. Al-Qasas[28]: 79)

Para ahli tafsir menyebutkan bahwa saat keluar rumah, Qarun memamerkan pakaiannya yang mewah, kendaraannya yang megah, disertai puluhan ribu pengiring.

Jadi, memamerkan harta -entah itu di dunia nyata maupun di dunia maya (medsos)- adalah virus jahat yang harus diwaspadai dan diobati. Sebab akibat buruknya akan dirasakan bukan hanya di dunia, namun juga kelak di akhirat. Di dunia akan memunculkan hasad atau iri dari orang lain, juga berpotensi terkena dampak buruk pandangan jahat ‘ain, serta menyakitkan hati orang-orang yang tak mampu. Adapun di akhirat terancam siksa neraka. Sebab kesombongan walaupun sebesar debu akan mengakibatkan seseorang gagal masuk surga. Sebagaimana disebutkan dalam HR. Muslim.

Bukan Berpenampilan Lusuh

Seluruh keterangan di atas bukan berarti menyuruh orang-orang kaya berpenampilan lusuh dan kotor. Sebab Allah senang bila karunia nikmat-Nya nampak terlihat dari penampilan seseorang. Tentu dengan catatan tidak berlebihan dan tujuannya bukan untuk menyombongkan diri.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبَّ أَنْ يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ

“Sesungguhnya Allah suka manakala nikmat yang dikaruniakan pada hamba-Nya terlihat dari penampilannya”. HR. Tirmidziy (no. 2819) dan dinilai hasan oleh beliau.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajiannya.

Download mp3 Kajian


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/52348-pamer-harta/